website Teknologi dan Otomotif Terupdate dan Trending seluruh dunia !

Iklan space

Amerika Beri Kejutan User Huawei

Huawei tengah bersiap untuk meluncurkan smartphone terbarunya Huawei Mate 30 pada 19 September 2019, yang diperkirakan akan dirilis tanpa aplikasi atau layanan dari Google, kabar tersebut menurut laporan baru dari Nikkei Asian Review.

Tidak ikut sertanya layanan google pada smartphone terbaru Huawei tidak lain merupakan imbas yang harus dilakukan Huawei setelah pemerintah AS memutuskan untuk tidak memberikan perpanjangan batas waktu tenggang setelah pemerintah Amerika memasukkan perusahaan China ke dalam daftar hitam, dan Amerika serikat juga mengancam secara keras embargo ke perusahaan teknologi terkemuka di China pada penjualan berikutnya.

Huawei tak lagi terkait dengan Google

Keputusan tersebut mempengaruhi jajaran lini Huawei Mate 30 dan Huawei Mate X-nya, yang diharapkan mulai dijual pada akhir bulan, Tak lagi terkait dengan Google = tak lagi memiliki produk dan layanan Google. Yang berarti, = tidak ada dalam produknya, Google Play Store; Google Chrome; Gmail; Youtube; atau Google Maps yang sudah terinstal secara bawaan pada smartphone Huawei.

Dengan tidak hadirnya toko aplikasi Google Play tentu merupakan pukulan terbesar, bersama dengan suite Google Play Services, di mana banyak aplikasi pihak ketiga bergantung dengan aplikasi tersebut untuk berfungsi dengan baik.

Huawei mengalami penurunan penjualan

Analis memperkirakan kerugian tersebut berkontribusi pada penurunan sejumlah 10 juta unit penjualan ponsel pintar Huawei tahun ini. Amerika Serikat sendiri tidak menampakkan tanda-tanda pelunakan pada posisinya untuk produsen alat telekomunikasi utama China. Presiden Donald Trump mengatakan Huawei meningkatkan kekhawatiran keamanan nasional.

” Kami tidak melakukan bisnis dengan Huawei, ” katanya.

Google beri kabar buruk lain

Saat Huawei tengah bersiap untuk kemungkinan hilangnya akses ke sistem operasi seluler Google, berita terbaru tentang sikap Google akhir agustus lalu, akan melakukan pemblokiran aplikasi yang terinstal di ponsel mendatang, merupakan kejutan menyakitkan bagi perusahaan asal china.

Pada bulan Mei, Departemen Perdagangan AS memberlakukan larangan penjualan terhadap Huawei dan melarang ekspor perangkat lunak dan chip asal AS ke perusahaan china, tetapi dengan memberikan masa tenggang 90 hari kepada perusahaan-perusahaan tertentu, seperti Google, untuk melindungi kepentingan konsumen Amerika. .

Masa tenggang akan berakhir pada 19 Agustus, untuk sementara Departemen Perdagangan masih memperpanjang masa tenggang selama 90 hari, Google tidak masuk kedalam perpanjangan masa tenggang.

Langkah Kementerian Perdagangan tidak akan memengaruhi ponsel cerdas Huawei yang dijual di Tiongkok yang oleh pemerintah Cina sendiri telah melarang memasang aplikasi dan layanan Google, tetapi mengancam akan mengganggu pertumbuhan Huawei di pasar luar negeri, tempat pelanggan terbiasa menggunakan Gmail dan Google Maps di perangkat telepon mereka.

Seorang analis Cina mengatakan: penjualan telepon di luar negeri dapat dikatakan turun 30% atau lebih, dan diperkirakan bahwa perusahaan asal cina tersebut tahun lalu mengirimkan sekitar 100 juta smartphone di China dan 100 juta ke luar negeri.

Perusahaan riset asal Inggris IHS Markit memperkirakan penjualan Huawei di luar negeri turun 13 juta ponsel menjadi total 88 juta pada 2019.

Berikan Komentar !